Saya terlahir dari keluarga betawi
yang terdiri dari orang tua saya , Adat kebiasan dalam kebudayaan betawi adalah
tingkah laku yang dipelajari dari ucapan orang tua kepada anaknya ,dalam
kehidupan orang betawi terdapat upacara-upacara adat baik yang sakral maupun
yang tidak , upacara-upacara itu menupkan fase kecil yang sudah mendarah daging
sehingga akan merasa ganjil jika orang betawi tidak melaksanakannya . saya akan
menjelaskan beberapa adat kebiasaan betawi ataupun upacarannya, yaitu:
1.
Mapas
Upacara yang dilakukan seorang ibu
yang baru melahirkan. Pada upacara ini si ibu diharuskan memakan sayur , yang
isinya terdiri dari sayur mayur agar ibu dan bayi yang baru dilahirkan tetap
sehat.
2.
Puput
puser
Upacara yang dilakukan apabila tali
pusat bayi sudah lepas (puput).
3.
Nginjek
tanah
Biasanya diadakan upacara ini apabila
seoraang bayi telah mencapai umur delapan bulan.
4.
Tamatan
Qur’an
Khatam Qur’an Khatam Qur’an di Betawi
sering disebut Tamatan Qur’an. Upacara ini sangat penting bagi orang Betawi
karena ini sebagai pertanda bahwa seseorang yang sudah melaksanakan upacara
Tamatan Qur’an dianggap telah menjadi orang yang mengerti ajaran agama Islam.
5.
Upacara
pernikahan
Upacara adat perkawinan Betawi
dilakukan melalui beberapa tingkatan upacara yang berhubungan atau berkaitan
satu sama lainnya. Diantaranya :
-
Ngedelengin
- Akad nikah - Pulang tige ari
-
Ngelamar
- Kebesaran
-
Bawa
tande putus - Negor
Tidak hanya upacara-upacara yang
menjadi ciri khas dalam budaya betawi , saya akan menceritakan sedikit mengenai
PERNIKAHAN dalam kebudayaan betawi. Betawi itu memang kebudayaan yang tiada
habisnya untuk diceritakan. Salah satunya perkawinan yang dilakukan oleh paman saya.
Perkawinan yang dilakukan oleh warga betawi memang sungguh unik mulai dari
lamaran hingga perkawinan. Saudara saya melangsungkan perkawian dengan adat
betawi.
Tradisi keluarga saya sebelum melangsungkan perkawinan terlebih dahulu diadakan Maulid pada malam hari. Dan melaksanakan akad nikah pada malam hari setelah melakukan Maulid. Tetapi sebelum Maulid calon mempelai lelaki terlebih dahulu diarak atau diangkat dengan menggunakan bangsu yang telah dihias. Calon mempelai laki-laki diarak dari rumahnya hingga sampai rumah calon mempelai wanita.
Tradisi keluarga saya sebelum melangsungkan perkawinan terlebih dahulu diadakan Maulid pada malam hari. Dan melaksanakan akad nikah pada malam hari setelah melakukan Maulid. Tetapi sebelum Maulid calon mempelai lelaki terlebih dahulu diarak atau diangkat dengan menggunakan bangsu yang telah dihias. Calon mempelai laki-laki diarak dari rumahnya hingga sampai rumah calon mempelai wanita.
Dengan diiringi puluhan petasan acara
pun semakin meriah dan ditambah dengan hadroh dan lantunan sholawat. Membuat
suasana menjadi meriah sehingga jalan menjadi milik kami. Tidak lupa pula
diiringi oleh pemain hadroh yang begitu bagusnya.
Setelah sampai calon mempelai pria
didampingin oleh ayah atau pun sanak kelarga menuju tempat akad nikah tetapi
sebelumnya diadakan Maulid dan itu memang sudah kewajiban keluarga untuk
melaksanakannya. Sanak saudara yang hadir dan ikut mengarak membawa seserahan
yang berupa pakaian,buah,kue, alat yang dibawakan untuk calon istri dan
tentunya roti buaya yang menjadi teradisi orang Betawi.
Setelah acara maulid selesai barulah
dilaksanakan akad nikah yang dilaksanakan oleh calon mempelai calon pria dan
orang tua calon mempelai wanita. Setelah akad nikah dilaksanakan barulah sang
calon mempelai wanita keluar dan bertemu dengan suaminya. Dengan bahagiannya
melihat paman saya telah menemukan pendampingnya


