Minggu, 29 Desember 2013

DFD

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.
Ada dua jenis DFD, baik yang mendukung pendekatan top-down untuk analisis sistem, dimana analis mulai dengan mengembangkan pemahaman umum tentang sistem dan secara bertahap memecah komponen keluar ke lebih rinci:
  • Logical data flow diagrams : adalah implementasi-independen dan menggambarkan sistem, bukan bagaimana kegiatan yang dicapai.
  • Physical data flow diagrams : adalah implementasi-dependent dan menggambarkan entitas aktual (perangkat, departemen, orang, dsb) yang terlibat dalam sistem saat ini.

      DFD juga dapat dikelompokkan bersama-sama untuk mewakili sub-sistem dari sistem yang dianalisis.

Sebuah diagram aliran data dapat terlihat sebagai berikut: 


Latar belakang
Suatu yang lazim bahwa ketika menggambarkan sebuah sistem kontekstual data flow diagram yang akan pertama kali muncul adalah interaksi antara sistem dan entitas luar. DFD didisain untuk menunjukkan sebuah sistem yang terbagi-bagi menjadi suatu bagian sub-sistem yang lebih kecil dan untuk menggaris bawahi arus data antara kedua hal yang tersebut diatas. Diagram ini lalu "dikembangkan" untuk melihat lebih rinci sehingga dapat terlihat model-model yang terdapat di dalamnya.

Aturan-aturan dalam Data Flow Diagram (DFD)

penulisan atau pembuatan data flow diagram sebenarnya mempunyai aturan aturan tersendiri, sama seperti diagram diagram lain. karna setiap hal yang dilakukan mempunyai makna tersendiri, maka dari itu kita sebaiknya membaca dengan seksama aturan penulisan setiap diagram yang akan kita buat. nah pada kesempatan ini saya akan menampilkan aturan aturan yang ada pada data flow diagram, seperti yang tampak pada tabel berikut ini:



Kesatuan Luar (external entity)

      Sesuatu yang berada di luar sistem, tetapi ia memberikan data ke dalam sistem atau memberikan data dari sistem, disimbolkan dengan suatu kotak notasi. Entitas eksternal tidak termasuk bagian dari sistem. Bila system informasi dirancang untuk satu bagian (departemen) maka bagian lain yang masih terkait  menjadi entitas eksternal.
     Pedoman pemberian nama kesatuan luar (external
entity
    1)   Nama terminal berupa kata benda.
    2)   Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang objeknya sama (digambarkan dua kali . dimaksudkan untuk membuat diagram yang jelas). Bila tidak demikian, maka terminal ini perlu di beri garis miring pada pojok kiri atas.

Arus Data(dataflow)

      Arus data merupakan tempat menggalinya informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. Arus data ditunjukkan dengan arus panah dan garis diberi nama  atas arus data yang mengalir. Arus data ini mengalir diantara proses, data store dan menunjukan arus data dari data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem.
Pedoman pemberian nama aliran data
   1)   Nama aliran data yang terdiri dari beberapa aliran kata dihubungkan dengan garis sambung.
   2)   Tidak boleh ada aliran data yang namanya sama, dan pemberian nama harus mencerminkan isinya.
   3)   Aliran data yang terdiri dari beberapa elemen dapat dinyatakan dengan grup elemen.
   4)   Hindari penggunaan kata ‘data’ dan ‘informasi’ untuk memberi nama pada aliran data.
   5)   Sedapat mungkin nama aliran data ditulis lengkap.

Proses (process)

      Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem, proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi mentranformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki satu atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran. Proses sering pula disebut bubble.
Pedoman pemberian nama proses
   1)   Nama proses terdiri dari kata kerja dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut, misalnya : Hitung Bonus, Pendataan Karyawan, Cetak Fatur,dll.
   2)   Jangan menggunakan kata proses yang memiliki nama suatu proses (bubble).
   3)   Tidak boleh ada beberapa proses yang memiliki nama yang sama.
  4)   Proses harus diberi nomor. Urutan nomor sedapat mungkin mengikuti aliran atau urutan proses, namun demikian urutan nomor tidak berarti secara mutlak merupakan urutan proses secara kornologis.
  5)   Penomoran proses pada tingkatan pertama (Diagram Nol) adalah 1.0,2.0,3.0, dst.
  6)   Penomoran pada tingkat kedua dari proses 1.0 (rincian dari proses 1.0) adalah 1.1,1.2,1.3, dst.
  7) Context diagram tidak perlu diberi nomor.



http://blog.binadarma.ac.id/usman/2012/11/17/aturan-aturan-dalam-data-flow-diagram-dfd.html
http://konsulatlaros.blogspot.com/2012/10/pengertian-cdcontext-diagram-dan-dfd.html